|

15 NEGARA BERGURU PERIKANAN di INDONESIA

15 NEGARA BERGURU PERIKANAN di INDONESIA
KKP News || Sebanyak 15 dari perwakilan di negara Asia – Afrika di kawasan Asia Pasifik, Afrika, dan Melanesian Spearhead Group (MSG) yang tergabung dalam skema kerja sama selatan- selatan mengikuti International Training Program on Freshwater Aquaculture for Asian, Pacific, and African Countries, dan International Training Program on Fisheries Processing Product for Melanesian Spearhead Group (MSG) Countries /Members untuk menyerap sebanyak mungkin informasi tentang teknologi budidaya perikanan di Indonesia.
“Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan di bidang perikanan budidaya (aquaculture) sekaligus menjalin kerja sama antara dengan pihak negara asal ke indonesia, sehingga peserta bisa saling berbagi  informasi, produk dan teknologi,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo di Ballroom Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (7/5).
Dikatakannya, sebagian besar  negara-negara itu tidak punya pantai dan lautan, sehingga mereka ingin belajar budidaya perikanan di Indonesia.
Diakuinya, negara-negara tersebut meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membantu mengembangkan perikanan budidaya di negera asalnya.
Selain itu, ia mengemukakan, keuntungan lainnya bagi Indonesia yakni terbuka lebarnya pintu ekspor, sehingga produk-produk perikanan Indonesia dapat terserap di negara mereka.
“Perikanan budidaya terus terang hampir merata di setiap daerah di Indonesia, Komoditi nila dan patin punya pangsa pasar yang besar,” sambungnya.
Untuk itu ia mengatakan,  Pemerintah Indonesia akan berkaca pada standarisasi di internasional demi meningkatkan perekonomian masyarakat serta penerimaan negara dari pajak dan devisa.
“Kedepan kerja sama selatan-selatan akan terus diperluas, utamanya bagi negara-negara berkembang, yang masih tertinggal dari segi teknologi,” jelasnya.
Memperkuat pertanyaan ini salah satu peserta , Clarence dari Zimbabwe mengatakan melalui pelatihan bersama ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan tidak hanya dalam bidang teknologi produksi dan budidaya, tetapi juga dalam bidang pengelolaan usaha budidaya perikanan secara berkelanjutan (sustainability).
Oleh karena itu, ia menekankan, pentingnya perikanan budidaya secara berkelanjutan untuk mendukung serta meningkatkan ketahanan pangan dunia dalam mengantisipasi ledakan penduduk.
Sementara itu,  Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri AM Fachir menjelaskan, program pelatihan internasional untuk negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik akan digelar di Balai Pengembangan Perikanan Budidaya di Sukabumi, Jawa Barat, 7 – 15 Mei, serta diikuti peserta seperti dari Kamboja, Laos, Sri Lanka, Timor Leste, Tonga, Namibia, Sudan, Tanzania dan Zimbabwe.
Dijelaskannya, program pelatihan internasional ini atas prakarsa KKP-Kemenlu dalam membagi pengalaman dan pengetahuan di sektor perikanan budidaya.
“Langkah ini merupakan bukti  konkrit Indonesia untuk mencapai semua target  yang terdapat dalam Millenium Develpment Goals (MDG’s) khususnya terkait masalah pangan,” tandasnya.
Sumber Link : kkp.go.id

Short URL: http://www.dislautkanpati.com/?p=529

Posted by on May 8 2012. Filed under Terbaru. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Recently Commented